Sungguhlah indah syariat agama
Turun dari empunya alam semesta
Menjaga wanita sepanjang masa
Dari kehinaan menjadi mulia
Masa jahiliyyah masa yang suram
Tanpa lentera laksana malam
Bayi wanita langsung ditanam
Takut bencana datang menghujam
Hamba sahaya dipaksa melacur
Warisan tak dapat nasib tak mujur
Harta yatim dibuat tumpur
Diambil dirampas tiada ukur
Datangnya Nabi rubah manusia
Terangi alam angkat wanita
Menjadi ratu dirumah tangga
Pelihara anak menjaga harta
Betapa elok gemerlap dunia
Kata junjungan alam semesta
Tak seindah istri sholeha
Milik pria yang berbahagia
Sungguh beruntung pemilik istri
Dipandang sedap siapa tak iri
Diperintah taat tak pernah lari
Jaga amanat bila suami pergi
Takutlah dikau wahai kaum hawa
Jangan menjadi fitnah durjana
Bawa petaka bagi peria
Dengan tingkahmu yang angkara murka
Daku khawatir dirimu terkena
Ancaman Nabi tak pernah dusta
Menjadi terbanyak penghuni neraka
Kufur suami tamak akan benda
“Bersedekahlah !” Nabi pesankan
Jiwa ragamu mohon selamatkan
Dari jahannam yang menyeramkan
Hari kiamat ingat-ingatkan
Istri Nuh tak payah ditiru
Istri Luth tak pala digugu
Keduanya binasa tiada ragu
Pintu neraka telah menunggu
Tiada guna bersuamikan nabi
Tiada manfaat bersandingkan wali
Tanpa amal tanpa bakti
Dirimu hancur akan merugi
Hak suami jangan kebiri
Jika hasratnya nak berpoligami
Yang penting adil dalam berbagi
Itu syariat Ilahi Rabbi
Duhai istri jangan terperdaya
Bujuk rayu bangsa Eropa
Istri satu gundik dimana-mana
Penyakit kelamin meraja-lela
Terimalah hukum Yang Maha tinggi
Engkau Mulia tak dizalimi
Suami bahagia engkau diridhoi
Dalam hidup yang hanya sekali
Inilah syair berisi petuah
Mohon amalkan seluruh madah
Moga hidup menjadi cerah
Dunia akhirat dan alam Barzakh
Batam
Senja 10 shafar 1436/1Des 2014
Abu Fairuz